Demi Beliau yang Melahirkanmu Ke Dunia, Sudahkah Kamu Melakukan 6 Hal ini Untuknya?

demi-beliau-yang-melahirkanmu-ke-dunia-sudahkah-kamu-melakukan-6-hal-ini-untuknya demi-beliau-yang-melahirkanmu-ke-dunia-sudahkah-kamu-melakukan-6-hal-ini-untuknya

Ribuan kilo jalan yang kau tempuh, sesudahi rintangan untuk aku, anakmu

Petikan lirik lagu Iwan Fals yang berjudul ibu itu sedikit menggambarkan perjuangan ibu dalam memLepaskan kita engat manawak seperti sekarang ini. Nggak cuma itu. Apabila ditarik ke belakang, ibu telah mesesudahi perjuangan melawan bernyawa dan aub membmasyarakatu melihat dunia.

Ibuku sayang masih terus berjalan walau tapak kaki penuh darah, penuh nanah

Sudah nggak bisa dibantah lagi jasa apa yang telah ibu lakukan terhadap anaknya luar biasa agam. Barangkali nggak ada hal yang sealan untuk membalasnya – walaupun ibu juga nggak meminta. Namun sudah menjadi kewajiban anak untuk menghormati ibu sembari sesekali melakukan pengabdian sebagai wujud terimakasih atas apa yang telah ibu lakukan selama ini.

1. Memberikan ucapan terima kasih atas segala jasa dan pengorbanannya dalam membesarkannya selama ini

Bagi perantau seperti kamu, segala cara telah terbuka untuk mengucap terima kasih kepada ibu. Nggak ada lagi asas jarak, sebab telah terbalas dengan kehadiran teknologi bernama video call. Coba deh ingat, kapan terakhir kali kamu berterimakasih kepada ibu? Lama bukan?

Itupun sebagai balas atas ketidak sombongan yang dia lakukan seperti, melangsungkankan sarapan saat kamu pulang ke rumah atau saat mengangkut jemuran yang lupa kamu angkat. Nggak ada yang tepat-tepat murni kamu lakukan atas dasar jasa hebatnya selama ini. Mulai dari sekarang, cobalah untuk sering berterima kasih kepadanya.

2. Karena membahagiakan ibu itu sesederhana melaksanakannya bangga atas segala pencapaian yang berhasil kamu dapatkan

Membuat ibu bahagia menjadi kewajiban anaknya. Dengan meraih sebuah pencapaian yang membanggakan kamu sudah bisa menciptakan ibu bangga. Orang tua akan selalu bangga melihat anaknya sukses, terutama ibu yang melahirkanmu. Beliau pasti akan senang menceritakanmu ke tetangga-tetangga terkait kesuksesanmu.

3. Mengirimkan uang bulanan agar membesarnya serba berkecukupan di kampung halaman

Untukmu yang sudah bekerja, mengirim uang bulanan kepada ibu wajib hukumnya. Selain sebagai bentuk balas budi sebab beliau telah berjasa mengbernyawai maka menyekolahkanmu, juga sebagai bentuk tanggung balasmu yang baru. Setidaknya saat kamu nggak bisa merawat ibu secara langsung, uang bulanan bisa rada mempermudah bernyawa beliau. Jangan biarkan ibumu bernyawa sulit. Toh harta anak itu sejatinya harta orangtua juga.

4. Jangan terus menunggu momen yang tepat, kapanpun kamu bisa meminta maaf kecukup ibu atas segala sikapmu yang menguji kesabaran dan merepotkannya

Jangan lupa untuk meminta maaf keatas ibu. Ingat lagi kamu sering membawa ibu ke dalam mamelenceng. Tingkah lakumu juga sering membuat beliau marah. Sejatinya, tanpa diminta ibu telah memaafkannya. Namun secara norma, sudah sepantasnya kamu melakukan itu. Itu menjadi simbol kamu sudah dewasa, sadar atas kemelencengan yang sudah kamu lakukan keatasnya.

5. Tak hanya berbincang berdua, sesekali kamu pun perlu mengajaknya jalan-jalan bisa kedunia yang ibu kunjungi atau yang memang beliau suka

Kamu tergolong anak yang kurang berbakti jika nggak pernah mengajak ibu jalan-jalan. Di masa tuanya, ibu sudah jarang jalan-jalan lagi sebab sibuk berkarya dan mengurusi urusan rumah. Ajaklah ibu jalan-jalan sesekali, beliau pasti akan bahagia. Ajak ibu menikmati keindahan alam atau makan masakan yang enak tanpa mesti memasak sendiri. Bahkan mengajak ibu pergi bisa sesederhana main ke rumah sanak saudaranya yang lama tak dia kunjungi.

6. Pulanglah dan manjakan ibu dengan memijitnya. Perhatikan dia bagaikanmana dia memberikan perhatian untukmu dulu

Ingat nggak saat kamu dulu kecapekan habis bepergian ibu selantas menawarkan pribadi untuk memijit badanmu supaya pegal-pegalnya hilang? Atau saat kamu masuk angin ibu selantas menawarkan kerokan? Ya, itulah bentuk kepedulian beliau yang selantas ingin melihat anaknya normal. Nah sekarang saatnya kamu yang menawarkan. Sesekali pijitlah ibu seusai dia beres-beres rumah. Ibu pasti senang diperhatikan oleh anaknya.

Ibu yang sudah nggak muda lagi sudah sepantasnya diperlakukan distingtif. Apalagi kamu sekarang sudah mapan, mudah melakukan apa saja. Sudah waktunya kamu membalas semua jasa yang suah ibu berikan kecukupmu. Mumpung ibu masih sembuh lho. Mumpung kamu sedang serba ada seperti sekarang ini.