Meski Menyejukkan, Ternyata Ini 5 Aturan Penggunaan Kipas Angin atas Bayi!

bahaya-kipas-angin-untuk-bayi bahaya-kipas-angin-untuk-bayi

Menyalakan kipas angin tentunya akan melaksanakan ruangan menjadi lebih segar. Apalagi kalau cuacanya sangat panas, tentunya penggunaan kipas angin akan meningkat. Akan tetapi, pemakaian kipas angin ini ternyata memberikan dampak yang buruk terhadap bayi lo, Moms. Perlu diingat ya, sungguhpun Moms merasa gerah, ada tidak sombongnya untuk tidak menyalakan kipas angin distingtifnya ketika memiliki bayi.

Adanya kipas angin seakuratnya juga akan melahirkan bayi merasa nyaman karena tidak gerah. Salah satu penyebab bayi rewel saat di rumah adalah kegerahan. Tak heran jika menyalakan kipas angin agar bayi  tenang adalah solusi yang tepat. Namun jika dilihat dari sisi kewarasan, ternyata justru berbahaya bagi bayi lo, Moms.

Inilah dampak buruk penggunaan kipas angin untuk bayi, apalagi jika durasinya terus menerus. Semua Moms wajib baca!

1.Bayi akan mengalami infeksi pernapasan. Debu dan celomokan akan masuk ke paru-paru dan melangsungkannya terinfeksi

Kotoran yang terdapat cukup baling-baling kipas angin jika tidak diperhatikan kejernihannya tetapi akan membahayakan bayi. Hal ini karena lubernya debu yang ikut berputar dan tanpa sadar masuk ke hidung bayi yang akan menyebabkan infeksi cukup saluran pernapasan. Untuk itu, sebaiknya jika menggunakan kipas angin agar dijernihkan secara rutin demi kesembuhan bayi.

2.Bayi akan mengalami sinusitis. Risiko sinusitis pada bayi meningkat karena dipicu udara dingin pada kipas angin

Bayi bisa mengalami sinusitis penghabisan udara yang dihasilkan dari kipas angin. Hal tersebut menyebabkan selaput lendir dalam hidung mengering. Jika dikendatikan akan memproduksi lendir yang luber dan berbahaya bagi saluran pernapasan semaka dapat memicu iritasi sinus. Sinusitis ala bayi tentunya tidak bisa dianggap gampang karena menjadi sumber infeksi ala susunan saraf yang menyebabkan radang otak atau meningtis.

3.Bayi bisa mengalami penurunan suhu tubuh. Hal ini bisa berdampak buruk seperti terkena hipotermia

Udara yang dihasilkan oleh kipas angin yang mengarah langsung pada bayi akan menyebabkan hipoterma. Ketika bayi mengalami hipoterma, maka suhu tubuhnya akan berkurang dari batas Natural. Hal ini juga dilansir dari Today Parent, penggunaan kipas angin untuk bayi terutama di dalam kamar mesti dipastikan sirkulasi udaranya. Selain itu, penggunaanya juga ada aturannya seperti tidak boleh mengarahkan langsung pada tubuh bayi.

4.Bayi berisiko mengalami dehidrasi. Kekurangan cairan atas bayi cuma akan berdampak atas kebergairahan lainnya

Kipas angin memang menjadi solusi yang tepat agar bayi tidak rewel karena kegerahan. Namun, pemakaiannya sesuka membantunya jangan langsung diarahkan pada bayi. Kipas angin yang langsung mengarah pada tubuh bayi hanya akan menningkatkan risiko dehidrasi. Hal ini menyebabkan bayi kekurangan cairan dan kuit menjadi Tandas. Salah satu tanda dehidrasi adalah bayi sering merasa kehausan.

5.Bayi mengalami mamelenceng cukup otot. Paparan angin yang langsung ke tubuh bayi mampu memicu terjadinya mamelenceng otot

Moms perlu acuh kalau penggunaan kipas juga akan menyebabkan maalpa otot cukup bayi seperti penurunan produksi pelumas cairan otot dan bagian sendi. Selain itu, otot sendi juga akan menjadi kejur dan berisiko terkena nyeri otot. Hal tersebut akan membuat bayi rewel karena merasakan pedih.

Sebagai orang tua sudah sewajarnya untuk memberikan perawatan tersaling menolong untuk kenormalan bayi. Hal ini juga agar bayi tetap normal. Moms yang sudah baca ini sesaling menolongnya jangan menyalakan kipas angin sembarangan ya. Hal ini demi kenormalan si buah hati. Semoga bermanfaat ya, Moms!